Abdul Mun’im Fuad

Sebagai pusat induk pembelajaran mahasiswa, pengaturan sistem pembelajaran di Masjid Al-Azhar beserta Ruwaqnya tentulah membutuhkan kepada otak yang cerdas dan cekatan. Maka tak heran regenerasi penanggung-jawab umum (al-Musyrif al-‘Am) diampu oleh tokoh-tokoh penting.

Setelah dipegang oleh Syekh Ali Jum’ah sejak tahun 2000 sampai 2011 dengan menghidupkan kembali geliat kajian di Al-Azhar dengan menggabungkan metode klasik dan modern, Kemudian digantikan oleh Prof. Dr. Muhammad Muhanna.

Selama di tangan keduanya, banyak perkembangan pesat dalam menghidupkan majelis ilmu, apalagi karena keduanya langsung turun gunung sebagai pengajar dan selalu hadir di setiap acara-acara besar Al-Azhar memantau langsung acara dan memberikan kata sambutan. Sehinga mendapat tempat di hati para pelajar.

Setelah dengan prestasi-prestasinya, kini tiba saatnya doktor Hukum Nnternasional yang terkenal dengan kekentalan tasawaufnya itu diganti. Maka tentu pemilih penggantinya tidak sembarangan. Siapakah dia yang pantas menduduki jabatan prestisus tersebut?

Dialah Prof. Dr. Abdul Mun’im Fuad, guru besar Aqidah & Filsafat Universitas Al-Azhar. seorang yang tidak asing lagi, karena mukanya sering muncul menghiasi layar televisi sebagai narasumber, dengan kecerdasan otak dan kefasihan lisannya, dia dapat menjadi juru bicara Al-Azhar yang tepat mewakili pemikiran lembaga yang wasthi ini dalam berdialog dengan kelompok-kelompok seperti radikalis, sekulrisme, Syiah dan dialog antar agama.

Selain itu, Dekan Fakultas Ulum Islamiyyah untuk Mahasiswa Wafidin itu kerap menjadi pembicara dalam seminar-seminar dan konferensi-konferensi besar.

Bagaimanakah profil Prof. Dr. Abdul Mun’im Fuad?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *